perenungan panjang itu tentu banyak sekali pelajaran, disetiap kehidupan pasti selalu ada pelajaran, langkah awal itu pasti, namun dalam prosesnya siapa yang menyangka?
yang saya rasakan banyak sekali kegagalan, namun ternyata dalam kegagalan saya jadi banyak belajar
begitu banyak saya melihat yang sukses lalu dengan mudah melupakan apa yang sudah direnacanakan pada saat usaha meraih cita-cita.
kadang saya benci melihatnya, kadang saya menghinanya, namun ketika saya berkaca kembali, mungkin jika saya ada di posisinya saya pun juga bisa seperti itu, lalu dalam hati saya ber istighfar..
jangan suka membanggakan diri sendiri, apa hebatnya kamu begitu?
mungkin intisarinya "orang sukses" yang sebenar-benarnya adalah orang yang sering mendapat kegagalan yang pada akhirnya mendatangkan kesuksesan emotional dari dirinya.
arti kesuksesan bukanlah satu-satunya. orang yang hebat adalah orang yang kuat bangkit dan memulai lagi usahanya ketika ia belum mendapatkan keberhasilan yang mampu membawanya pada kesuksesan.
ingat! takabur!
mungkin saya telah diperlihatkan dengan jelas bahwa dalam sebuah kegagalan ada kunci keberhasilan.
dan sekarang saya yakin, untuk memperlihatkan keinginan dalam diri butuh sebuah obsesi yang di iringi dengan sikap hati-hati yaitu HATI HATI SUATU SAAT MENJADI SOMBONG DENGAN DIRI SENDIRI
"ketika kita sudah sampai dipuncak, janganlah melihat langit diatas kepala, tapi lihatlah dimana kaki kita berpijak"
Wednesday, October 12, 2011
memulai dari awal
setelah beberapa waktu yang lalu saya malas memulai untuk menulis di blog ini dan sempat terpikir untuk menutup blog yang masih seumur jagung ini, namun pada saat ini akhirnya sempat kembali bersemangat dan mulai sirna..
oke dimulai dari segala yang berkaitan dengan kegembiraan. blog ini tidak lagi untuk yang biasa bersedih semoga di posting-posting selanjutnya bisa membangkitkan semangat :)
Friday, August 26, 2011
loss
sudah berapa lama hari itu tak kunjung datang
kangennya sudah di ubun-ubun, aku masih tetap di sini di sudut ruangan yang menjadi pilihan baru untuk menghabiskan masa-masa kehilangan, kali ini bukan karena meratapi isi rumah yang berantakan untuk sekedar membuka tirai agar matahari masuk kedalam, ternyata silau itu membakar setengah wajahku
selama aku membayangkan betapa sibuknya seseorang yang kenyataanya akan segera lepas dari kehidupan ku, kini sudah mulai merubah sikapnya.
mungkin karena keadaan yang membuatnya sempurna sehingga ia tampak kokoh untuk memberiku inspirasi yang malah secara alami menolak semua itu.
tidak ada lagi kekasih yang dulu yang selalu menghampiriku setiap jam istirahat sekolah, menemaniku kemanapun sesuka hatiku, memberikan aku sentuhan yang sangat meluluhkan kecintaannya kepada wanita
sungguh masa itu sudah lama berlalu tapi, masihkah bisa aku berharap? bisakah ini kokoh selamanya?
dia lelaki paling sempurna dimataku, mungkin karena bersamaku dia tidak lagi sempurna
aku selalu menjadi beban di bahunya, selalu merengek selalu rapuh.
tapi aku menyiksa diriku sendiri seakan ingin dia tau, tapi dia bukan dia yang dulu yang selalu menjagaku
apa masih ada setia itu?
bisakah kita memulainya dari nol untuk bisa melanjutkan pertalian yang sudah dibangun sekian lama?
bayangan kehilangan sudah menjalar setiap aku melihat wajahmya hanya dari mimpi.
ketakutan itu persis seolah rindu ini mencekik leherku,
benar..berita di televisi yang mati bunuh diri karena cinta tidak patut di tertawakan, mungkin di hadapan Tuhan dia dosa besar, namun wajar jika dia kehilangan akal, dan kesadaran , mungkin cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang memebuat kita tidak sadarkan diri betapa bodohnya kita begini, betapa rela kita berkorban demi sesuatu yang sia-sia hampir gila kita disini,
saat ini dia tampak tidak perduli , aku hanya butuh keyakinan sungguh aku kehilangan.
seseorang yang masih bersamaku saat ini namun ingatanku masih tertinggal di masa lalu aku ingin dia yang dulu..
kangennya sudah di ubun-ubun, aku masih tetap di sini di sudut ruangan yang menjadi pilihan baru untuk menghabiskan masa-masa kehilangan, kali ini bukan karena meratapi isi rumah yang berantakan untuk sekedar membuka tirai agar matahari masuk kedalam, ternyata silau itu membakar setengah wajahku
selama aku membayangkan betapa sibuknya seseorang yang kenyataanya akan segera lepas dari kehidupan ku, kini sudah mulai merubah sikapnya.
mungkin karena keadaan yang membuatnya sempurna sehingga ia tampak kokoh untuk memberiku inspirasi yang malah secara alami menolak semua itu.
tidak ada lagi kekasih yang dulu yang selalu menghampiriku setiap jam istirahat sekolah, menemaniku kemanapun sesuka hatiku, memberikan aku sentuhan yang sangat meluluhkan kecintaannya kepada wanita
sungguh masa itu sudah lama berlalu tapi, masihkah bisa aku berharap? bisakah ini kokoh selamanya?
dia lelaki paling sempurna dimataku, mungkin karena bersamaku dia tidak lagi sempurna
aku selalu menjadi beban di bahunya, selalu merengek selalu rapuh.
tapi aku menyiksa diriku sendiri seakan ingin dia tau, tapi dia bukan dia yang dulu yang selalu menjagaku
apa masih ada setia itu?
bisakah kita memulainya dari nol untuk bisa melanjutkan pertalian yang sudah dibangun sekian lama?
bayangan kehilangan sudah menjalar setiap aku melihat wajahmya hanya dari mimpi.
ketakutan itu persis seolah rindu ini mencekik leherku,
benar..berita di televisi yang mati bunuh diri karena cinta tidak patut di tertawakan, mungkin di hadapan Tuhan dia dosa besar, namun wajar jika dia kehilangan akal, dan kesadaran , mungkin cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang memebuat kita tidak sadarkan diri betapa bodohnya kita begini, betapa rela kita berkorban demi sesuatu yang sia-sia hampir gila kita disini,
saat ini dia tampak tidak perduli , aku hanya butuh keyakinan sungguh aku kehilangan.
seseorang yang masih bersamaku saat ini namun ingatanku masih tertinggal di masa lalu aku ingin dia yang dulu..
Subscribe to:
Posts (Atom)
